Bumi. Kredit: NASA
ASTROHISTORY-Sampai
sekarang, Bumi planet ketiga di tata surya dianggap satu-satunya planet yang
terdapat kehidupan kompleks. Berjarak kurang lebih 150 juta kilometer dari
Matahari, Bumi terletak di zona laik huni dan zona habitasi sekaligus atau
lebih dikenal dengan zona Goldilocks. Zona laik huni adalah zona dimana
planet dapat menopang air dalam bentuk cair dan zona habitasi adalah zona
dimana planet berpotensi menopang kehidupan. Lantas bagaimana kehidupan bisa
terjadi di Bumi hingga ada saat ini? Untuk menjawab hal tersebut mari
menelusuri asal mula kehidupan di Bumi.
Pembentukan Bumi dan Bulan
4,5 miliar tahun lalu, sisa-sisa puing Matahari secara ajaib dengan
bantuan gravitasi berhasil membentuk sebuah bola besar yang dikenal dengan
proto-Bumi. Lalu muncul sebuah planet kuno sebesar setengah Bumi yang bernama
Theia entah dari mana secara dramatis menghantam proto-Bumi. Tabrakan kedua
planet menghasilkan dua benda langit baru yaitu Bumi dan Bulan. Usia Bumi dan
Bulan hanya terpaut sekitar 100.000 tahun saja.
Terbentuknya Lautan
Saat kondisi Tata Surya belum stabil, banyak komet yang menghantam
Bumi akibat terpengaruh oleh gravitasi Matahari. Bumi dibombardir oleh komet
selama kurang lebih 100 juta tahun lamanya. Karena komet adalah bongkahan
bantuan es yang meleleh maka komet mengandung air dan kristal garam. Air ini
lambat laun memenuhi seluruh permukaan Bumi yang masih panas sehingga
menciptakan awan massif yang mengandung hujan asam sulfat yang luar biasa
deras. Hujan ini diketahui merupakan hujan termasif yang pernah ada dalam
sejarah Bumi karena berlangsung hingga ribuan tahun yang menyebabkan menambah
volume air laut setinggi 60 meter diberbagai penjuru Bumi. Hujan ini ada karena
pengaruh gravitasi Bulan yang kala itu masih berjarak sekitar 50.000 km dari
Bumi yang mengakibatkan Bumi mengalami musim hujan yang sangat ekstrim. Saat Bulan
menjauh sejauh 360.000 km (jarak saat ini) sekitar 3,9 miliar tahun yang lalu.
Kondisi Bumi mulai stabil.
Ilustrasi Komet yang Membombardir Bumi. Kredit: Nat Geo Wild
Terbentuknya Daratan
Aktivitas tektonik Bumi yang terjadi mulai 3900-600 juta tahun silam
melahirkan banyak pulau-pulau baru. Gunung-gunung berapi dasar laut juga turut
andil membentuk pulau-pulau vulkanik. Kombinasi aktivitas tektonik dan vulkanik
ini melahirkan sebuah daratan yang sangat luas yang dikenal sebagai superbenua
Rodinia. Rodinia dianggap sebagai benua pertama dimuka Bumi walau hal ini masih
menjadi perdebatan dikalangan ilmuwan.
Oksigenifikasi
Oksigenifikasi adalah proses pelepasan oksigen secara besar-besaran
menuju atmosfer Bumi. Oksigenifikasi dilakukan oleh kumpulan bakteri yang
disebut dengan Stromatolit yang merupakan bakteri pertama yang melakukan
fotosintesis. Proses oksigenifikasi berlangsung antara 3500-500 juta tahun
silam. Akibat adanya oksigen secara mendadak ini mengakibatkan Bumi mengalami
jaman es global antara 1500-700 juta tahun lalu.
Stromatolit. Kredit: HarianBernas.com
Flora dan Fauna pertama
Kehidupan hewan muncul lebih dulu di dalam laut yang didominasi
oleh ikan-ikan purba, hewan bercangkang keras (Trilobit) dan sejenis cumi-cumi.
Sedangkan tumbuhan pertama ada di Bumi diyakini yaitu tumbuhan Pohon Wattieza. Flora
dan Fauna pertama ini muncul sekitar 500-250 juta tahun lalu di era
Paleozoikum. Flora dan fauna bisa ada karena Bumi telah memiliki lapisan ozon
yang memungkinkan kehidupan awal berlangsung.
Trilobit. Kredit: Pinterest.com
Dinosaurus Berkuasa
Kehidupan di laut bergeser ke daratan. Awal mula daratan hanya
dihuni oleh serangga-serangga purba. Lalu muncul sejenis reptil raksasa yang
dikenal saat ini sebagai Dinosaurus. Para ilmuwan meyakini Dinosaurus hidup dari
250-65 juta tahun yang lalu. Pada saat yang sama muncul superbenua Pangea yang
merupakan nenek moyang benua modern saat ini. Dinosaurus sendiri sekarang
tinggal fosil, banyak yang membuat teori tentang punahnya Dinosaurus seperti
hantaman meteor, letusan gunung api raksasa, hingga wabah penyakit.
Mamalia Muncul
Setelah Dinosaurus punah, eksistensinya digantikan oleh mamalia
yang memiliki ukuran kecil. Mamalia muncul sekitar 65 juta tahun silam. Mamalia
sendiri dibagi menjadi dua kelompok besar waktu itu yaitu jenis primata dan
tikus yang mulai mendominasi Bumi.
Manusia Purba
Manusia purba pertama muka Bumi muncul sekitar 2,5 juta tahun lalu
dari jenis Austrlopithecus Africanus. Jenis ini kemudian menyebar ke
berbagai penjuru Bumi menjadi Homo Neanderthal (Eropa) dan Homo
Erectus (Asia). Manusia purba ini masih menjadi perdebatan apakah betul
merupakan nenek moyang dari manusia modern yang dikenal sebagai Homo Sapiens.
Manusia Modern
Para penganut agama abrahamik percaya bahwa Adam-lah sebagai nenek
moyang seluruh umat manusia modern. Adam diyakini turun ke Bumi sekitar 8000
tahun yang silam atau 6000 tahun SM. Adam menikah dengan Hawa dan beranak pinak
sepanjang tahun. Anak-anak Adam inilah yang nantinya akan menghasilkan
peradaban-peradaban menakjubkan seperti peradaban Mesir kuno, Peradaban
Mesopotamia, dan lain-lain.
Abad Modern
Abad modern telah berlangsung sekitar 200 tahun yang lalu. Manusia
mendominasi di segala lini kehidupan. Sampai tulisan ini dibuat, tidak ada yang
tahu kapan peradaban umat manusia akan berakhir.
Manusia seharusnya sadar bahwa mereka bukanlah satu-satunya makhluk
hidup yang menguasai Bumi saat ini. Dinosaurus pun pernah menguasai Bumi namun
punah karena suatu sebab. Karena itu manusia harus siap jika sewaktu-waktu
mereka diujung kepunahan. Menjaga Bumi adalah salah satu cara untuk
memperpanjang eksistensi manusia bukan malah berbuat kerusakan dengan menebar
isu negatif dan peperangan.
Berikut sejarah lengkap bumi yang terangkum dalam sebuah film dokumenter berjudul Earth The Making Of Planet.
Earth The Making Of Planet. Kredit: YouTube.com/Showmitra Majumder
Sumber :
Ischak. 1991. Geografi 2A. Yogyakarta: PT. Intan Pariwara.
Marsha Barber & Kelly S. Kissamis. 1990. Earth Science. USA, Glenview, Illinois: Scott, Foresman and Company.
Wirdiyatmoko, K, & Bintarto. 2006. GEOGRAFI SMA , Jakarta: Erlangga.
http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/07/bagaimana-ledakan-bintang-mampu-bentuk-sejarah-bumi
di akses 24 Mei 2017.
di akses 24 Mei 2017.
di akses 24 Mei 2017.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar